Aku ucapkan, selamat melanjutkan perjalananmu, selamat tinggal untuk kisah kita dan setelah ini tidak akan ada lagi “aku dan kamu” tetaplah bahagia karena aku pun juga begitu.

Lelaki dengan berpakaian jas armani itu mengambil nafas berat ketika menaiki anak tangga satu persatu, membawanya menuju sebuah gedung yang seharusnya tidak akan ia datangi, tidak akan ia pijak, dan seharusnya tidak pernah ia bayangkan bahwa ini akan menjadi hari terberat baginya.

harusnya ia menurut perkataan adiknya,- Alano untuk segera pergi ke Edinburgh dari pada datang ke tempat seperti ini, namun ia menulikan semua saran dari sang adik dan membulatkan tekatnya untuk datang ke pernikahan mantan belahan jiwanya, seseorang yang pernah singgah di hidupnya, seseorang yang pernah menemani hari-hari nya, Arina.

didepan pintu kayu dengan ornamen cantik serta tulisan nama dari sang pengantin sanggup membuat mario menghentikan nafasnya beberapa detik, ia terdiam beberapa menit didepan pintu yang masih tertutup, untuk memegang gagang pintu saja ia tak sanggup, bagaimana ia harus sanggup? kita orang yang sangat ia cintai malah bersanding dengan orang lain, namun mario tau kalo ini bukan salah arina, ini adalah salah nya telah menyia-nyiakan arina begitu saja dan tidak berjuang ketika kedua orang tua arina memutuskan untuk menikahkan nya dengan pria lain, ini semua salahnya.

mario mengambil tarikan nafas sekali lagi dan membuka pintu kayu itu dengan amat sangat pelan, melihat ke arah panggung pengantin terdapat seseorang yang pernah menjadi miliknya berada disana bersanding dengan orang lain yang seharusnya dia lah yang berada disitu.

mario tetap berdiri jauh dari jarak pandang mereka menatap arin dengan penuh luka, luka yang sangat membesar hingga tak ada satu pun orang yang sanggup dan mampu untuk menyembuhkannya, ketika pemberkataan telah selesai dan pendeta menyuruh kedua mempelai untuk berciuman saat itu juga mario tau bahwa dunia nya telah hancur.

ketika ciuman berhenti, mario melihat arina tersenyum sangat manis dengan gaun berwana putih serta mahkota kecil sebagai hiasan kepalanya, dia sungguh sangat indah. dan disaat mario yang masih mengaggumi orang yang pernah berada dihatinya, saat itu juga bola mata mereka bertemu. memancarkan luka secara bersamaan.

mario tau bahwa arina juga terluka namun dia tidak bisa berbuat apa apa dan arina pun tau bahwa mario masih mencintainya namun terhalang restu orang tua nya.

arina bergumam memanggil namanya "mario" dan ingin berlari ke arah mario, ingin memeluk pria itu namun dia lagi lagi tersadar bahwa dia telah menjadi hak milik orang lain yang dia lakukan hanya menatap bola mata sekelam samudra itu dan tersenyum penuh luka dan tiba saat dimana para tamu undangan memberi selamat pada kedua mempelai, ketika giliran mario menghampiri arina dengan senyum yang ia paksakan.

"hai" ia menyapa kedua mempelai, arina tersenyum kearah mario, "selamat atas pernikahan kalian, aku turut bahagia" sekali lagi ia menahan getaran di dada nya agar tidak menangis ketika mengucapkan selamat kepada seseorang dihadapannya yang pernah menjadi miliknya.

"mario....terimakasih"